Dekan FUSI UINSU : Tunjukkan sebagi Sarjana yang Cakap Dalam Mengamalkan Ilmu
"Saya bertanya kepada para calon wisudawan, siapa yang bisa menjawab secara ilmiah dapat hadiah Rp100 ribu. Pertanyaannya adalah, kalau hari ini wisuda, besok mau bekerja apa?"
Calon wisudawan Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) maju menjawab. "Rencana saya mengajar, tetapi saya tidak mengharapkan gaji atau bayaran, yang jelas bahwa tugas manusia di muka bumi ini berdasarkan Alquran tidaklah kujadikan jin dan manusia kecuali mengabdi kepada Allah, dan itulah kerja saya besok," ujar sang mahasiswa.
Atas jawaban itu calon wisudawan mendapat hadiah Rp100 ribu seperti yang dijanjikan Hamzah Hamid Siregar mewakili stakeholder.
Hamzah mengajak kepada seluruh wisudawan untuk membuat pekerjaan yang dibutuhkan orang. "Coba bayangkan pekerjaan perlengkapan jenazah, kain kafan itu umumnya ditakuti orang pada umumnya, tetapi disaat tertentu itu sangat dibutuhkan orang. Karenanya, seperti itulah pekerjaan kita buat, pandai mencari peluang dan kesempatan".
Kalau mau berdagang, jangan malu, karena Rasulullah SAW adalah seorang pedagang. "Saya yakin alumni FUSI tidak susah mencari kerja, tetapi justru pekerjaan itu yang datang menghampiri. Maka besok ketika tali topi toga dipindahkan doakan dan niatkan agar menjadi presiden. Kemudian yg kedua bertawakkal kepada Allah," tutupnya.
Sebelumnya Ketua Panitia Sambungrasa, Dr Elly Warnisyah Harahap M.Ag, menyampaikan, jumlah wisudawan alumni FUSI sebanyak 130 orang terdiri jenjang S1 sebanyak 110 orang, S2: 14 orang dan S3 sebanyak 6 orang.
Dikatakan Elly Warnisyah, acara Sambungrasa ini adalah momen mengakrabkan diri sekaligus menyatukan frekwensi dan ajang ungkapan syukur karena sudah selesai pendidikan.
Tema dari kegiatan ini adalah "Tingkatkan potensi diri untuk mengabdi kepada ibu pertiwi dan jayakan negeri". "Mengandung harapan bahwa semua alumni FUSI akan mengabadikan dirinya demi kejayaan negeri. Semua potensi harus digali sebagai bukti pengabdian yang terbaik," ujar Elly Warnisyah.
Disebutkan Elly, semua alumni FUSI mesti tetap menunjukkan jatidirinya sebagai insan FUSI yang lekat ilmu-ilmu keislamannya. "Banyak pemimpin dan pejabat khususnya Kota Medan, merupakan alumni FUSI yeng tetap cinta dan lekat keushuluddinannya dalam keseharian dan pekerjaan," katanya.
UINSU Medan Sukses Tembus Peringkat Dunia
Penjelasan Pimpinan UINSU terkait Dosen AS
UIN Sumut Medan Siapkan 15 Ekor Hewan Qurban untuk Sambut Iduladha 1447 H
UINSU Wisuda 1.592 Lulusan, Rektor : Momentum Lahirnya Generasi yang akan Menjaga Masa Depan Bangsa
UIN Sumut Gelar ADFEST 2026, Rektor : Mahasiswa dan Civitas Didorong untuk Terus Berinovasi