Dekan FUSI UINSU : Tunjukkan sebagi Sarjana yang Cakap Dalam Mengamalkan Ilmu
analisamedan.com - Dekan Fakultas Ushuluddin dan Study Islam (FUSI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Dr Maraimbang Daulay MA, meminta kepada alumni FUSI dapat menunjukkan sebagai sarjana yang cakap dalam mengamalkan ilmu yang diperoleh di tengah-tengah msayarakat.
"Sebagai alumni kita harus mampu menunjukkan sebagai sarjana yanag cakap dalam mengamalkan ilmu yang diperoleh dari FUSI UINSU di tengah-tengah masyarakat," ujar Maraimbang dalam acara "Sambungrasa", Senin (13/05/2024) di Gedung H Anif Kampus I UINSU,Jalan IAIN/Sutomo Medan.
Sambungrasa ini digelar menjelang satu hari sebelum pelaksanaan wisuda sarjana yang akan dilaksanakan Selasa (14/05/2024).
Maraimbang menekankan, hubungan antara alumni dan fakultas itu sesuatu yang sangat penting. Karena tanpa peran alumni dan masyarakat keberadaan FUSI UINSU ini tidak akan tangguh dalam kancah dunia pendidikan.
Pada kesempatan itu Maraimbang menyampaikan ucapan selamat kepada para calon wisudawan. "Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat dan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya".
"Saya turut berbahagia atas keberhasilan saudara dapat menyelesaikan studinya baik jenjang S1, S2 dan S3. Sampaikan salam bahagia kami kepada keluarga, orangtua, saudara, suami atau istri dan seluruh keluarga," ujar Maraimbang Daulay.
Acara itu turut dihadiri para Wakil Dekan FUSI yakni, Dr Elly Warnisyah Harahap M.Ag (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan), Dr Muhammad Nuh Siregar MA (Wakil Dekan Bidang Adminitrasi Umum Perencanaan, dan Keuangan), dan Dr Uqbatul Khoir Rambe MA (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama).
Mewakili alumni Kurniawan Dito Dermawan SAg, pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terimakasih kepada para dosen dan sivitas akademika FUSI yang telah mendidik bukan hanya mendikte, tetapi mendidik menjadi orang yang bermanfaat kepada agama, negara dan bangsa.
"Harapan saya sebagai alumni semoga UINSU makin maju, FUSI makin jaya, dan semoga semua prodi di FUSI mendapat predikat unggul," kata Dito.
Dalam acara itu juga stakeholder, yakni Hamzah Hamid Siregar untuk memberikan motivasi kepada wisudawan.
"Saya bertanya kepada para calon wisudawan, siapa yang bisa menjawab secara ilmiah dapat hadiah Rp100 ribu. Pertanyaannya adalah, kalau hari ini wisuda, besok mau bekerja apa?"
Calon wisudawan Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) maju menjawab. "Rencana saya mengajar, tetapi saya tidak mengharapkan gaji atau bayaran, yang jelas bahwa tugas manusia di muka bumi ini berdasarkan Alquran tidaklah kujadikan jin dan manusia kecuali mengabdi kepada Allah, dan itulah kerja saya besok," ujar sang mahasiswa.
Atas jawaban itu calon wisudawan mendapat hadiah Rp100 ribu seperti yang dijanjikan Hamzah Hamid Siregar mewakili stakeholder.
Hamzah mengajak kepada seluruh wisudawan untuk membuat pekerjaan yang dibutuhkan orang. "Coba bayangkan pekerjaan perlengkapan jenazah, kain kafan itu umumnya ditakuti orang pada umumnya, tetapi disaat tertentu itu sangat dibutuhkan orang. Karenanya, seperti itulah pekerjaan kita buat, pandai mencari peluang dan kesempatan".
Kalau mau berdagang, jangan malu, karena Rasulullah SAW adalah seorang pedagang. "Saya yakin alumni FUSI tidak susah mencari kerja, tetapi justru pekerjaan itu yang datang menghampiri. Maka besok ketika tali topi toga dipindahkan doakan dan niatkan agar menjadi presiden. Kemudian yg kedua bertawakkal kepada Allah," tutupnya.
Sebelumnya Ketua Panitia Sambungrasa, Dr Elly Warnisyah Harahap M.Ag, menyampaikan, jumlah wisudawan alumni FUSI sebanyak 130 orang terdiri jenjang S1 sebanyak 110 orang, S2: 14 orang dan S3 sebanyak 6 orang.
Dikatakan Elly Warnisyah, acara Sambungrasa ini adalah momen mengakrabkan diri sekaligus menyatukan frekwensi dan ajang ungkapan syukur karena sudah selesai pendidikan.
Tema dari kegiatan ini adalah "Tingkatkan potensi diri untuk mengabdi kepada ibu pertiwi dan jayakan negeri". "Mengandung harapan bahwa semua alumni FUSI akan mengabadikan dirinya demi kejayaan negeri. Semua potensi harus digali sebagai bukti pengabdian yang terbaik," ujar Elly Warnisyah.
Disebutkan Elly, semua alumni FUSI mesti tetap menunjukkan jatidirinya sebagai insan FUSI yang lekat ilmu-ilmu keislamannya. "Banyak pemimpin dan pejabat khususnya Kota Medan, merupakan alumni FUSI yeng tetap cinta dan lekat keushuluddinannya dalam keseharian dan pekerjaan," katanya.
UINSU Medan Sukses Tembus Peringkat Dunia
Penjelasan Pimpinan UINSU terkait Dosen AS
UIN Sumut Medan Siapkan 15 Ekor Hewan Qurban untuk Sambut Iduladha 1447 H
UINSU Wisuda 1.592 Lulusan, Rektor : Momentum Lahirnya Generasi yang akan Menjaga Masa Depan Bangsa
UIN Sumut Gelar ADFEST 2026, Rektor : Mahasiswa dan Civitas Didorong untuk Terus Berinovasi