Hadiri Peluncuran INA Digital, Pj Gubernur Sumut Komit Kebut Transformasi Digital dan Integrasikan Data Pemprov
"Setiap
kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah harus bersama-sama melakukan
integrasi dan interoperabilitas aplikasi dan data. Tidak boleh lagi merasa data
yang dipunya miliknya sendiri. Tidak akan maju kalau masih seperti itu.
Tinggalkan praktik dan mindset lama," lanjut Presiden.
Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar
Anas mengatakan ada beberapa layanan prioritas akan dipadukan dalam satu portal
pelayanan publik. Layanan prioritas yang dalam tahap akan dipadukan meliputi
sektor pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, pembayaran digital, identitas
digital, SIM online, izin keramaian, dan layanan aparatur negara.
Selama ini,
lanjut Anas, ketika warga butuh layanan A, maka harus mengunduh aplikasi
instansi A dan mengisi data di aplikasi tersebut. Lalu ketika warga perlu
layanan B, maka harus mengunduh aplikasi B dan kembali mengisi data. Prosesnya
berulang. Padahal ada ribuan layanan dengan ribuan aplikasi. Yang terjadi,
teknologi bukannya mempermudah, malah mempersulit warga.
"Maka sesuai
arahan Bapak Presiden, tidak boleh lagi prosesnya berbelit meskipun sudah
memakai teknologi. Di sinilah pentingnya interoperabilitas layanan, yang di
dalamnya menyaratkan adanya pertukaran data. INA Digital bertugas
mengintegrasikan layanan tersebut," ujarnya.
Ribuan Kayu Rimba Diduga Ilegal Diamankan, Yayasan CLS Dukung Langkah Gakkum Kehutanan
Hangat dan Penuh Haru, BKKBN Sumut Lepas Pengabdian Dr. Fatmawati
KAI Divre I Sumut Gelar Apel Safety Awareness: Pastikan Perjalanan Aman Jelang Libur Panjang
Rektor UIN Sumut : Xinjiang, Kashgar, dan Beijing Miliki Sejarah Panjang Peradaban Islam Asia Tengah
Rampas 08 Sumut Dukung KPK dan Kejaksaan Usut Tuntas Dugaan Korupsi DJKA Medan