Hadiri Peluncuran INA Digital, Pj Gubernur Sumut Komit Kebut Transformasi Digital dan Integrasikan Data Pemprov
"Hari ini kita
menghadiri peluncuran GovTech yang bernama INA Digital, fungsinya memadukan
layanan digital pemerintah yang selama ini tersebar di banyak aplikasi, Pemprov
Sumut sendiri telah memiliki SADA INA atau Satu Data (SADA) Indonesia (Ina),
idenya sama dengan INA digital ini, yaitu menyatukan semua aplikasi ke dalam
satu wadah, untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan," kata Hassanudin,
usai peluncuran.
SADA INA
tersebut merupakan upaya Pemprov Sumut, untuk mempercepat transformasi digital
untuk birokrasi dan pelayanan publik. Pemprov Sumut berkomitmen untuk terus
melakukan percepatan dan integrasi seluruh data Pemprov dan pemerintah daerah
agar menjadi satu wadah.
"Kita terus
komit, kebut transformasi digital, kita juga mengintegrasikan data Pemerintah
Provinsi dan Pemkab/Pemko, kita upayakan agar semuanya menjadi satu," kata
Hassanudin.
Selain SADA
INA, Pemprov Sumut juga melakukan berbagai upaya percepatan transformasi
digital lain, seperti pembayaran pajak
kendaraan melalui e-Samsat, simitrasumut.com, perpustakaan digital, memberikan
pelatihan program fast track untuk 1.000 UMKM. Upaya yang dilakukan Pemprov dan
pemerintah daerah lain di Sumut, juga menjadikan Indeks Daya Saing Digital
Sumut sekarang masuk 10 besar nasional.
Dalam
sambutannya, Presiden RI Joko Widodo mengatakan pentingnya integrasi berbagai
aplikasi dan layanan digital pemerintah ke dalam portal pelayanan publik dan
portal administrasi pemerintahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada
masyarakat. Presiden juga menyebut, saat ini ada 27.000 aplikasi yang ada di
lingkup pemerintah, dari pusat sampai daerah, yang perlu diintegrasikan.
GovTech
Indonesia yang diberi nama INA Digital mewujudkan pelayanan publik yang lebih
berkualitas, tepercaya, dan efisien. Presiden Jokowi menyampaikan bahwa
lahirnya INA Digital merupakan langkah awal percepatan transformasi layanan
digital pemerintahan Indonesia.
"Setiap
kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah harus bersama-sama melakukan
integrasi dan interoperabilitas aplikasi dan data. Tidak boleh lagi merasa data
yang dipunya miliknya sendiri. Tidak akan maju kalau masih seperti itu.
Tinggalkan praktik dan mindset lama," lanjut Presiden.
Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar
Anas mengatakan ada beberapa layanan prioritas akan dipadukan dalam satu portal
pelayanan publik. Layanan prioritas yang dalam tahap akan dipadukan meliputi
sektor pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, pembayaran digital, identitas
digital, SIM online, izin keramaian, dan layanan aparatur negara.
Selama ini,
lanjut Anas, ketika warga butuh layanan A, maka harus mengunduh aplikasi
instansi A dan mengisi data di aplikasi tersebut. Lalu ketika warga perlu
layanan B, maka harus mengunduh aplikasi B dan kembali mengisi data. Prosesnya
berulang. Padahal ada ribuan layanan dengan ribuan aplikasi. Yang terjadi,
teknologi bukannya mempermudah, malah mempersulit warga.
"Maka sesuai
arahan Bapak Presiden, tidak boleh lagi prosesnya berbelit meskipun sudah
memakai teknologi. Di sinilah pentingnya interoperabilitas layanan, yang di
dalamnya menyaratkan adanya pertukaran data. INA Digital bertugas
mengintegrasikan layanan tersebut," ujarnya.
Ribuan Kayu Rimba Diduga Ilegal Diamankan, Yayasan CLS Dukung Langkah Gakkum Kehutanan
Hangat dan Penuh Haru, BKKBN Sumut Lepas Pengabdian Dr. Fatmawati
KAI Divre I Sumut Gelar Apel Safety Awareness: Pastikan Perjalanan Aman Jelang Libur Panjang
Rektor UIN Sumut : Xinjiang, Kashgar, dan Beijing Miliki Sejarah Panjang Peradaban Islam Asia Tengah
Rampas 08 Sumut Dukung KPK dan Kejaksaan Usut Tuntas Dugaan Korupsi DJKA Medan