Harga Daging Ayam di Medan Melonjak Sejak Program MBG Berjalan, Pedagang Tercekik Modal

Gustan Pasaribu - Minggu, 26 Oktober 2025 11:49 WIB
Harga Daging Ayam di Medan Melonjak Sejak Program MBG Berjalan, Pedagang Tercekik Modal
dok.analisamedan.com
pedagang daging ayam

analisamedan.com -Harga daging ayam di Kota Medan dan sekitarnya terus mengalami kenaikan tajam sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dijalankan. Kenaikan harga dari Rp25.000 menjadi Rp33.000 per kilogram di tingkat pengecer membuat para pedagang kecil kelimpungan menutupi biaya produksi.

Sejumlah pedagang yang menggunakan bahan ayam sebagai menu utama, seperti penjual ayam penyet, bakso, misop, hingga ayam goreng, mengaku kesulitan menyeimbangkan modal dan pendapatan. Mereka memilih menahan diri untuk tidak menaikkan harga jual agar tidak kehilangan pelanggan, meskipun keuntungan yang diperoleh semakin menipis.

"Kalau kami naikkan harga, pelanggan bisa kabur. Tapi kalau tidak dinaikkan, keuntungan tinggal sekilat," ujar Ulfa (35), pedagang ayam penyet di Jalan Karya Jaya, Medan, Minggu (26/10/2025).

Ia mengatakan,pendapatannya menurun sejak harga ayam terus merangkak naik. "Modal makin besar, sementara pelanggan makin sepi karena daya beli masyarakat juga turun. Sekarang ini yang penting bisa bertahan saja," katanya.

Disebutkan kenaikan harga ayam berdampak langsung pada pelaku usaha mikro yang menggantungkan penghasilan dari produk berbahan dasar ayam. Banyak pedagang kini mengaku terpaksa mengurangi porsi dagangan atau mencari cara lain agar tetap bisa berjualan.

"Kalau dulu bisa ambil stok 20 kilogram, sekarang paling 10 kilogram saja. Untung kecil, tapi yang penting tetap bisa jualan," kata Iqbal (39) pedagang daging ayam di Jalan Eka Surya Medan.

Kondisi ini katanya dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha kecil di sektor kuliner. Pedagang berharap pemerintah dapat memberikan solusi berupa subsidi bahan baku, pengawasan harga, serta sinkronisasi antara kebijakan gizi nasional dan kondisi ekonomi pelaku usaha mikro.

Ironisnya, di tengah upaya pemerintah memastikan gizi seimbang bagi masyarakat melalui program MBG, justru muncul tekanan ekonomi bagi para pelaku usaha kecil yang ikut menggerakkan rantai pasok pangan.

"Jika tidak segera ditangani, kenaikan harga ayam berpotensi menurunkan produktivitas pedagang kecil serta mengganggu kestabilan harga pangan di tingkat konsumen."ujarnya

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru