Tren Berlangganan Berita Merambah Dunia
Wartawan yang sudah
berkiprah selama 22 tahun ini, berharap Hari Pers Nasional 2023 ini menjadi
titik balik setiap perusahaan media agar bisa menghasilkan berita yang
inspiratif dan meminimalisir bias informasi, seperti sumber tidak jelas dan
tidak berimbang. "Dengan harapan bisa menjadi penunjuk arah, menghindari
propaganda dan selera rendah," tegasnya.
Eks Wartawan Suara
Merdeka di Semarang ini juga memerinci tugas awak dapur redaksi, seperti 1)
Reporter: menuliskan hasil liputan; dan 2) Editor: memperkaya dan mengoreksi
hasil peliputan, serta memastikan tidak ada unsur seks, kekerasan dan SARA.
Ia juga menyarankan
perusahaan media untuk memiliki Dewan Kompetensi yang memiliki tanggung jawab
untuk meningkatkan kemampuan wartawan, seperti secara reguler mengevaluasi
hasil liputan terbaik para wartawannya; dan memiliki Dewan Etik yang bertugas
untuk mengontrol wartawannya agar tetap mematuhi Kode Etik Jurnalistik, serta
menyiapkan regenerasi penerus secara ideologis.
"Supaya liputan
wartawan semakin baik ke depannya. Dewan etik kalau tidak ada kasus lebih baik.
Terkait pelanggaran etik terkait suap-menyuap, menerima gratifikasi. Kalau
tidak bekerja berarti tidak ada masalah," imbaunya.
Salah seorang peserta,
Samuel Septuadi Sinambela menanyakan terkait dengan peran pers dalam menekan
berita hoaks yang sering terjadi di Indonesia. "Pers adalah mata dan telinga
masyarakat, jadi kira-kira apa yang sering dihadapin kompas ketika menyampaikan
informasi?" tanyanya.
Menurut Adi, peran
pers dalam menekan berita hoaks adalah dengan menjaga netralitas, terlebih pada
saat menjelang pemilu. "Ketika wartawan punya kedekatan dengan partai politik,
dia akan menjadi anggota atau simpatisan dari partai politik. Maka redaksi akan
meminta dia tidak aktif dulu, atau tidak bersinggungan dengan partai politik.
Atau dipindahkan kepada desk yang tidak berkaitan untuk menghilangkan konflik
kepentingan, atau dia diminta tidak aktif, beberapa media melakukan itu untuk
mempertahankan non partisan," terangnya.
Adi juga mengajak perusahaan media untuk memperjelas positioning-nya; apakah menghasilkan produk jurnalisme data, jurnalisme indepth, atau jurnalisme investigasi."Di dunia yang dibanjiri informasi yang tidak relevan, kejelasan adalah kekuatan!" pungkasnya.
PPP Sumut Launching Muscab di Sergai, Mardiono Tekankan Peran Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
Aktivis Lingkungan Minta Pemkab Deliserdang Lebih Serius Mengelola Sampah
JNE Raih Penghargaan Golden Brand of The Year dan Digital Popular Brand Award 2026
Guru Besar UIN Sumut Hasrat Efendi Samosir: Partai Politik Harus Adaptif di Era Digital
Peringati Hari Bumi 2026, KAI Divre I Sumut Ajak Pelanggan Beralih ke Layanan Digital Access by KAI