Jembatan Tabayang Tanjungbalai Tak Terawat, UPT PUTR Provsu Di Asahan Tutup Mata

Sugiatmo - Kamis, 11 Januari 2024 19:20 WIB
Jembatan Tabayang Tanjungbalai Tak Terawat, UPT PUTR Provsu Di Asahan Tutup Mata
analisamedan/Dedy Tanjung
Jembatan Tabayang di Tanjungbalai terlihat ditutupi tumpukan pasir dan sampah, yang tak ditangani dan tidak mendapat perawatan

analisamedan.com - | Masyarakat Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan sangat menyayangkan kondisi Jembatan Tabayang (Tanjungbalai Sei Kepayang) yang kini sangat memprihatinkan.

Saat ini di kedua sisi jembatan yang merupakan jembatan terpanjang di Sumatera Utara tersebut terlihat ditutupi tumpukan pasir dan sampah, yang tak ditangani dan tidak mendapat perawatan dari Unit Pelayanan Tugas (UPT) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sumut di Tanjungbalai Asahan.

Akibat tumpukan pasir, saat cuaca panas jembatan akan dipenuhi oleh debu tebal dan disaat hujan, badan jalan pun dipenuhi oleh lumpur yang mengganggu para pengendara dan pengguna jalan.

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN-RI) Kota Tanjungbalai Saiful Bahri, SH kepada media, Kamis (11/01/24) di ruang kerjanya mengatakan, Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumut Marlindo Harahap perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala UPT PUTR Provsu Tanjungbalai Asahan Zico Hutabarat, ST. MT.

Menurutnya, sejak UPT Bina Marga, Sumber Daya Air dan Cipta Karya Tanjungbalai Asahan dibawah Dinas PUPR Provsu dimargerkan menjadi UPT PUTR, kinerja UPT tersebut menjadi anjlok dan tak lagi optimal. Sebab ada banyak bidang pekerjaan yang harus ditangani di waktu yang bersamaan.

"Semenjak dimargerkan, UPT PUTR TBA ini jadi gak optimal, kami menduga instansi itu juga dijadikan sebagai tempat berkumpulnya para makelar jobs oleh oknum tertentu. Kadis PUPR Provsu harusnya segera mengevaluasi kinerja mereka," ucapnya.

Saiful menambahkan, akuisisi atau marger yang dilakukan oleh Dinas PUPR Provinsi Sumut pada UPT tersebut ternyata tidak efisien dan hanya menambah masalah. Hal itu terbukti dengan banyaknya kendala di lapangan yang tak tuntas diselesaikan oleh UPT PUTR Tanjungbalai Asahan Dinas PUPR Provinsi Sumut.

Lebih jauh Saiful mengatakan, buruknya kondisi Jembatan Tabayang dibawah penanganan UPT PUTR Tanjungbalai Asahan bertolak belakang dengan konsep perencanaan pembangunan kawasan Long River Tabayang sebagai pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang telah masuk dalam kajian Kementerian PUPR beberapa waktu lalu.

"Bukan hanya sampah dan pasir, tapi lubangnya pun mulai banyak, ini kan bertolak belakang dengan konsep pembangunan long river sebagai pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Untuk itu margerisasi UPT PUTR Tanjungbalai Asahan ini perlu dikaji ulang," katanya.

Sayangnya, Kepala UPT PUTR Tanjungbalai Asahan Zico Hutabarat, ST, MT enggan menanggapi konfirmasi yang dilayangkan wartawan terkait hal tersebut via selulernya, Kamis (11/01/24). (Ds)

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru