Ketua Apkasindo Palas: Tertibkan Perusahaan Perkebunan Nakal

Sugiatmo - Selasa, 21 Januari 2025 16:36 WIB
Ketua Apkasindo Palas: Tertibkan Perusahaan Perkebunan Nakal
analisamedan/ibnu
Tongku Solah Hamonangan Daulay, SH, MH, ketua Apkasindo kabupaten Padang Lawas bersama pengurus.

analisamedan.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Padanglawas (Palas) meminta pemerintah melakukan penertiban terhadap perusahaan perkenunan nakal.

Hal itu disampaikan, Ketua Apkasindo Palas, Tongku Solah Hamonangan Daulay, SH, MH, Selasa(21/1/2025) menyusul banyak perusahaan di Palas yang kurang mematuhui kelengkapan perizinan.

Menurutnya, keberadaan perusahaan perkebunan nakalnini tidak ada kontribusi kepada masyarakat,daerah dan negara.

Lebih lanjut,ia menegaskan keberadaan perusahaan perkebunan sawit di Palas baik milik korporasi dan koperasi maupun perorangan seyogianya tertib hukum, mematuhi aturan yang ada.

Apalagi pemerintah pusat di akhir tahun 2014 telah membentuk satgas garuda untuk melakukan cross cek usaha perkebunan kelapa sawit yang beroperasi tidak mematuhi aturan perundang-undangan, termasuk yang ada di daerah Palas.

Di Palas,lanjutnya ada perusahaan perkebunan yang melakukan kegiatan usaha perkebunan sawit tanpa Izin Usaha Perkebunan (IUP).

Malah ada bertopeng IUP B seyogianya IUP A, juga ada yang masih berada dalam kawasan hutan,ungkap Tongku Solah Hamonangan.

Lebih ironis lagi,sambung dia ada yang hanya memegang izin lokasi yang dikeluarkan Bupati Tapanuli Selatan. Padahal sudah 17 tahun Kabupaten Padanglawas menjadi daerah otonom.

"Pelanggaran yang di lakukan para pengusaha, koperasi, dan perseorangan yang mengusahakan perkebunan sawit di daerah Palas sudah saatnya ditertibkan," bebernya.

Lebih jauh, Ketua Apkasindo Palas mengatakan, pemerintah dan penegak hukum harus berkolaborasi dan bersinergi menertibkan usaha perkebunan sawit yang tidak memiliki izin sesuai ketentuan perundang undangan.

Melihat besaran dana bagi hasil (DBH) sawit yang diperoleh pemerintah Kabupaten Padanglawas jauh dari potensi sawit dan CPO yang berasal dari Palas.

Kata Tongku Solah,di tahun 2025 ini realisasi DBH sawit sangat menyedihkan, menurun dari tahun-tahun sebelumnya.

Namun yang paling tidak bersahabatnya perusahan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Padanglawas sangat minim yang mau bermitra dengan petani sawit dalam mensukseskan program peremajaan sawit rakyat,tutupnya. (Ibnu).

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru