Lantik Pengurus PCNU Padangsidimpuan, Marahalamim Ingatkan Nahdliyin Hindari Politik Identias
Mengawali pidatonya, Marahalim mengajak kepada nahdliyin untuk mengambil ikhtibar dari kisah Nabi Musa yang melemparkan tongkatnya untuk membunuh ular-ular berkepala ganda.
"Dalam menyerahkan tongkat bendera NU itu tujuannya menyebarkan kebaikan, cita-cita NU bukan untuk membunuh. Berkhidmat di NU, insya Allah barokahnya ada," katanya.
Marahalim pun dengan tegas meminta, agar tidak melacurkan NU kepada politik praktis. NU tidak berpolitik praktis, karena NU bertujuan menjaga kebangsaan.
"Pimpinan PBNU juga selalu berpesan, jangan membawa NU politik identitas. Jaga keutuhan umat, jaga keutuhan ulama. Karena itu, jangan membawa politik identitas, yakni identitas NU. Bawalah NU untuk menjaga keutuhan bangsa," pungkasnya.
Marahalim mengatakan, isyarah tongkat Musa dan tasbih yang diberikan Syaikhona Kholil kepada Kiai Hasyim Asyari melalui Kiai Asad berhubungan dengan jamiyah sekaligus jamaah NU.
Tongkat Musa adalah simbol komando atau kepemimpinan (leadership), sementara Tasbih adalah simbol spiritualitas dan simbol budaya. Kombinasi keduanya, diharapkan agar pemimpin NU memiliki pandangan, sikap dan tindakan yang terjaga keseimbangannya antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi. Muaranya adalah keteladanan (al-uswah), dimana pandangan, sikap dan tindakan pemimpin NU harus dapat dijadikan teladan oleh jamaah.
Ketua PWNU Sumut Ucapkan Selamat ke Bobby Nasution : Selamat Emban Amanah sebagai Gubernur
H. Marahalim Harahap : Kabinet Merah Putih Komit Tingkatkan Pelayanan Haji
H Marahalim Harahap : PMKNU untuk Lahirkan kader Pemimpin NU
Ketua PWNU Sumut Harapkan PMKNU Cetak Kader Militan dan Solutif
Dekan FUSI UIN Sumut Bantah Ada Mahasiswa S3 Lulus Tanpa Nilai