Lantik Pengurus PCNU Padangsidimpuan, Marahalamim Ingatkan Nahdliyin Hindari Politik Identias

Sugiatmo - Minggu, 13 Agustus 2023 07:50 WIB
Lantik Pengurus PCNU Padangsidimpuan, Marahalamim Ingatkan Nahdliyin Hindari Politik Identias
analisamedan/sugiatmo
Ketua PWNU Sumut KH Marahalim melantik PCNU Kota Padangsidimpuan, Jumat (11/8/2023).

analisamedan.com - Ketua Tanfiziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara, KH Marahalim Harahap mengingatkan kepada seluruh nahdliyin dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) untuk menghindari politik identitas.

"Jangan bawa identitas NU untuk berpolitik praktis, karena politik NU adalah kebangsaan," ujar KH Marahalim usai melantik PCNU Kota Padangsidimpuan masa khidmat 2022-2027, Jumat (11/8/2023) di Auditorium UIN Syahada Padangsidimpuan.

Disebutkan Marahalim, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang didirikan para ulama mempunyai tanggungjawab besar untuk merawat kebangsaan. Untuk itu jangan karena perbedaan politik warga nahdliyin terpecah.

"Warga NU bebas dengan pilihan poltiknya tapi jangan bawa-bawa identitas NU dalam menentukan pilihan poltiknya. Itu bukan tujuan NU sebagai organisasi yang sudah besar," ujar Marahalim.

Mengawali pidatonya, Marahalim mengajak kepada nahdliyin untuk mengambil ikhtibar dari kisah Nabi Musa yang melemparkan tongkatnya untuk membunuh ular-ular berkepala ganda.

"Dalam menyerahkan tongkat bendera NU itu tujuannya menyebarkan kebaikan, cita-cita NU bukan untuk membunuh. Berkhidmat di NU, insya Allah barokahnya ada," katanya.

Marahalim pun dengan tegas meminta, agar tidak melacurkan NU kepada politik praktis. NU tidak berpolitik praktis, karena NU bertujuan menjaga kebangsaan.

"Pimpinan PBNU juga selalu berpesan, jangan membawa NU politik identitas. Jaga keutuhan umat, jaga keutuhan ulama. Karena itu, jangan membawa politik identitas, yakni identitas NU. Bawalah NU untuk menjaga keutuhan bangsa," pungkasnya.

Marahalim mengatakan, isyarah tongkat Musa dan tasbih yang diberikan Syaikhona Kholil kepada Kiai Hasyim Asyari melalui Kiai Asad berhubungan dengan jamiyah sekaligus jamaah NU.

Tongkat Musa adalah simbol komando atau kepemimpinan (leadership), sementara Tasbih adalah simbol spiritualitas dan simbol budaya. Kombinasi keduanya, diharapkan agar pemimpin NU memiliki pandangan, sikap dan tindakan yang terjaga keseimbangannya antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi. Muaranya adalah keteladanan (al-uswah), dimana pandangan, sikap dan tindakan pemimpin NU harus dapat dijadikan teladan oleh jamaah.

Sebelumnya Mustasyar PWNU Sumut Musa Rajekshah yang hadir dalam pelantikan tersebut menjelaskan posisinya di PWNU Sumut, semata-mata karena perhatian dan untuk berkontribusi pada umat. Dan meneruskan perjuangan para pendiri NU, membawa dakwah dalam mempersatukan bangsa.

"Saya tidak mau saya bergabung di sini dianggap memanfaatkan kapal politik di kapal yang besar ini," kata Ijek yang juga Wakil Gubernur Sumut.

Wakil Gubernur Sumatera Utara itu pun menaruh harapan, PCNU Padangsidimpuan melalui jaringannya terus memberdayakan umat sesuai cita-cita para ulama pendirinya.

"Mudah-mudahan dalam pengurus yang baru ini semakin dirasakan manfaatnya oleh bangsa dan umat Islam," katanya.

Sementara Rois Syuriuah, Dr H Muhammad Darwis Dasopang berpesan, akan pentingnya ketakwaan kepada Allah. Karena itu, NU harus dijadikan cahaya penerang bagi umat yang mulai gulita akan ketaatan.

"NU sebagai organiasasi memiliki tujuan ganda, tujuan agama dan tujuan kebangsaan," kata Darwis yang juga Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan itu.

Maka, kontribusi kebangsaan harus membawa kesejahteraan umat dan keutuhan bangsa. Dan tujuan agama, menjaga para ulama sebagai pewaris para nabi.

"Dalam perjalanan sejarah, NU dan Ponpes menjadi tonggak peradaban pendidikan Islam. Menciptakan para pemimpin di Indonesia. Maka itu, kita mendukung dan merawat Ponpes sebagai pusat pendidikan dan ulama kita menghadapi tantangan akhir zaman. Mencintai mereka bagian dari mencintai agama kita," katanya berharap dukungan penuh pemerintah dalam menyejahterakan pondok pesantren.

"Ingat NU tidak berpolitik praktis dan tugas kita wajib dan harus menjaga keutuhan bangsa," ungkap Darwis.

Sementara itu Walikota Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution bersama Ketua PC NU Kota Padangsidimpuan H Misbahuddin bersyukur bisa bersama pemerintah dan sebaliknya bisa bersama - sama NU. Dan pada prinsipnya pemerintah kota juga selalu terbuka untuk kolaborasi dan sinergitas demi pembangunan Kota Padangsidimpuan.

"Pertama, peningkatan sumber daya keummatan di Padangsidimpuan, salah satunya dari sisi pendidikan. Bagaimana pun kota kita ini, di tengah-tengah masyarakat persoalan pendidikan yang menjadi perhatian penting," ucap Walikota Padangsidimpuan.

Karena itu, saya menaruh harapan kepada PCNU. Kemudian persoalan ekonomi keummatan di Kota Padangsidimpuan, katanya.

Pelantikan PCNU Kota Padangsidimpuan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris PWNU Sumut H Zulkifli Sitorus MA.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru