Hukum Ekonomi dan Keuangan Islam: Kritik Ketimpangan dan Arah Baru Peradaban Ekonomi

Gustan Pasaribu - Minggu, 24 Mei 2026 16:22 WIB
Hukum Ekonomi dan Keuangan Islam: Kritik Ketimpangan dan Arah Baru Peradaban Ekonomi
analisamedan/dok
Hukum Ekonomi dan Keuangan Islam Perspektif Islam dan Kontemporer bukan sekadar buku ekonomi syariah.

Buku ini juga tidak terjebak dalam romantisme normatif. Setiap argumentasi dibangun melalui data empiris, teori hukum modern, kajian ekonomi global, serta refleksi terhadap praktik kebijakan publik. Hukum diposisikan bukan sekadar kumpulan norma formal, melainkan struktur yang menentukan distribusi akses kekayaan, perlindungan sosial, dan relasi kekuasaan dalam sistem ekonomi modern.

Dalam konteks Indonesia, relevansi buku ini terasa semakin penting. Ketika bangsa menghadapi tantangan kesenjangan ekonomi, lemahnya integritas institusi, dominasi oligarki, dan tekanan globalisasi pasar, buku ini menawarkan perspektif alternatif berbasis keadilan distributif, etika sosial, dan pembangunan berkelanjutan. Zakat, wakaf produktif, larangan monopoli, pengawasan pasar, dan tanggung jawab sosial negara dibahas sebagai instrumen konkret pembangunan ekonomi yang lebih manusiawi dan berkeadaban.

Secara akademik, buku ini layak menjadi referensi penting dalam kajian hukum ekonomi, ekonomi syariah, filsafat hukum, dan kebijakan publik. Secara praktis, karya ini relevan bagi regulator, hakim, advokat, pelaku industri keuangan syariah, birokrat, akademisi, mahasiswa, hingga pembaca umum yang ingin memahami arah transformasi ekonomi modern secara lebih kritis dan mendalam.

Hukum Ekonomi dan Keuangan Islam Perspektif Islam dan Kontemporer bukan sekadar buku ekonomi syariah. Karya ini merupakan kritik terhadap ketimpangan global, refleksi atas krisis hukum ekonomi modern, sekaligus tawaran intelektual menuju sistem ekonomi yang lebih adil, etis, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru