Refleksi Hijrah
Oleh : Amirul Khair
El-Khair - Jumat, 12 Juli 2024 20:16 WIB
dok.analisamedan.com
Penulis Amirul Khair (Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara)
Karena itu pula, masuknya Tahun Baru Islam 1446 Hijriah menjadi isyarat bahwa titik kematian kita semakin dekat. Permasalahannya bukan perkara seseorang itu hidup lama atau cpatmati, tapi perkara persiapan menuju kematian itu sudahkah punya bekal ?
Seperti orang yang pulang kampung, apa bila perjalanan pulang kampungnya tidak dipersiapkan dengan baik, maka kendala pasti akan dihadapi dan kesulitan bakal dialami. Namun bila bekalnya cukup, maka ia akan merasakan kenikmatan saat berada di kampung halaman yakni, 'Kampung Akhirat'.
Lebih Baik
Refleksi lain yang penting dalam memaknai tahun baru Islam hijriah, adalah melakukan gerakan kuantum ke arah lebih baik dalam aspek penghambaan kepada Allah Swt. Bukankah tujuan penciptaan manusia di muka ini sebagai bentuk penghambaan tersebut ?
Firman Allah Swt dalam Alquran surat Alzariyaat ayat 56 yang artinya, : "Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku".
Merujuk firman lainnya dalam surat Almuluk ayat 2 yang artinya : "(Allah) yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kami siapa di antara kamu yang terbaik amalnya".
Amal baik atau amal saleh inilah yang menjadi bekal dan ukuran bagi manusia saat kembali ke kampung Akhirat menemui Sang Khalik Pemilik alam semesta. Ketika timbangan amal saleh lebih mendominasi, maka kebahagiaan yang akan ia raih sebagai rahmat dari Allah Swt.
Sebaliknya, ketika timbangan dosa dan kemaksiatan lebih berat, inilah yang disebut Allah Swt sebagai golongan orang-orang yang rugi dalam surat 'Alashr' karena tidak memanfaatkan dan bersiap diri dengan cerdas tatkala menjalani hidupan di dunia yang hanya sementara.
Semoga Tahun Baru Islam 1446 Hijriah menjadi momentum bagi kita untuk berhijrah kepada makna hakiki bahwa kita akan kembali kepada-Nya dan diberikan rahmat untuk menjalani sisa hidup berbalut keberkahan, hidayah, ridho, ampunan dan rahmat-Nya. Amin.
Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IRMALA Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan Zikir dan Doa
Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun
Tidur, Mati yang Terlupakan
Majelis Taklim Al-Fatih Gagas Pawai Salawat dan Doa Bersama
Malam Tahun Baru Islam, IRMAJA Kubahsentang Gelar Zikir dan Doa Bersama
Ketua MUI Deliserdang : Bangkitkan ‘Ittiba’ Ulama di Tengah Umat
Komentar