Tidur, Mati yang Terlupakan
Oleh : Amirul Khair
El-Khair - Jumat, 19 Juli 2024 22:42 WIB
dok.analisamedan.com
Komaruddin Hidayat masih dalam bukunya yang sama, ketika mengomentari doa bangun dari tidur menegaskan, betapa indah dan dalamnya pesan doa ini, bahwa setiap pagi adalah hari kelahiran. Sebagaimana setiap malam adalah malam kematian.
Ia juga mengungkapkan, bahwa sungguh manusia terlalu lemah sebagaimana tergambar sewaktu tidur, kita tidak mampu menguasai diri kita sendiri. Bahkan kita tidak sanggup menentukan judul mimpi kita. Sesungguhnya setiap malam manusia mengalami peristiwa kematian, yaitu ketika tidur.
Firman-Nya Allah Swt : "Allah menggenggam nyawa (manusia) pada saat kematiannya dan yang belum mati ketika dia tidur. Dia menahan nyawa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir". (Q.S Alzumar : 42)
Ibnu Qoyyim Aljauziyah dalam Kitabnya "Alruh' mengatakan, ayat ini mengandung dua macam penahanan jiwa atau roh, penahanan saat tidur dan penahanan saat mati. Satu ditahan di sisi-Nya dan yang lain dikembalikan lagi ke jasadnya.
Allah menahan setiap jiwa yang mati, baik yang mati pada saat tidur atau yang mati pada saat terjaga. Namun Dia mengembalikan jiwa orang yang memang belum mati. Firman-Nya : "Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya", bisa berarti mati pada saat tidur dan bisa berarti mati pada saat terjaga.
Quraish Shihab dalam bukunya "Wawasan Alquran", mengomentari Surat Azzumar ayat 42 yang menggambarkan bahwa kematian sama dengan tidur. Bahkan pengertian tersebut secara jelas diterangkan hadis Nabi saw ketika beliau ditanya, "Apakah di dalam surga ada tidur ?". Beliau menjawab, "Tidur adalah saudara mati. Di surga tiada mati sehingga tiada pula tidur".
Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Halal Bihalal dan Tasyakuran Milad ke-15 “Ummu Rahmah”
Pantai Pondok Permai Jadi Destinasi Tujuan Wisata Favorit
IRMAJA Kubahsentang 'Tadabur Alam' di Pantaicermin Themepark
Bencana dalam Nikmat
Hakikat Alhamdulillah
Bismillahirrahmanirrahim
Komentar