Jelang Kepulangan, Jemaah Haji Kloter 9 KNO Ziarah ke Dua Situs Islam di Makkah
"Kisah tersebut berlangsung pada bulan Dzulqaidah tahun 6 Hijriah saat umat Islam Madinah yang terdiri atas kaum Muhajirin dan Anshar berencana akan melakukan umrah di Baitullah. Keputusan melakukan umrah ini diawali dari mimpi Rasulullah SAW yang menggambarkan beliau serta sahabat-sahabatnya bisa masuk ke Masjidil Haram dan melakukan umrah dengan aman," ujarnya.
Ziarah ini membawa kesan tersendiri bagi jemaah Kloter 9 KNO. Chairul (56) warga Medan Labuhan mengatakan, ziarah tersebut mengingatkan kita, bagaimana perkembangan peradaban Islam bersentuhan dengan peradaban setempat. Satu sisi juga, perjanjian Hudaibiyah mengajarkan kita, dalam meraih tujuan politik tidak mesti menggunakan dan menghalalkan segala macam cara.
" Politik itu adalah instrument mencapai sesuatu yang pertanggungjawabannya bukan hanya sebatas kepada manusia tapi juga kepada Tuhan", ujar Chairul.
Lain halnya dengan Yanti Suryani (48 ) warga Letda Sujono Medan Tembung, ia mengatakan, perjanjian Hudaibiyah menginspirasi kita, kesabaran itu menghasilkan kebaikan dalam kehidupan kita, wajar jika Allah SWT dalam Al Qur'an memberikan pahala sabar dengan pahala yang tiada terputus.
Kakanwil Kemenhaj Sumut Berangkatkan Kloter Pamungkas Embarkasi Medan
Kloter Terakhir Embarkasi Medan Tiba di Ahmed
Wamenhaj RI Apresiasi Kesiapan Sumut Tangani Jemaah Transit dan Technical Landing
Akibat Dimensia, Dua Jemaah Haji Asal Tapsel dan Tanjungbalai Dipulangkan
Asal Padangsidimpuan, Jemaah Kloter 12 Rawan Resti