Serah Terima Bangunan Sekaligus Pelepasan Penyu Bersama PT Agincourt Resources di Desa Muara Upu
Amir Hamzah Harahap - Selasa, 20 Januari 2026 19:29 WIB
analisamedan.com -Puluhan ekor penyu dilepasliarkan di pantai barat Desa Muara Upu, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (20/1/2026).
Ketua Lembaga Ovata Indonesia (LOI) Erwinsyah Siregar diketahui sudah memulai program konservasi penyu di Muara Upu sejak tahun 2013. Buah dari konsisten dalam menjaga serta melindungi hewan langka selama ini disambut baik oleh PT Agincourt Resources.
"Selama beberapa tahun ini, LOI bersama teman-teman pecinta alam dan masyarakat sekitar turut melestarikan penyu dengan penangkaran sederhana. Ternyata, PT AR melirik dan sejalan untuk melestarikan penyu di kawasan ini," ungkapnya.
Dan hari ini, kata dia, sudah memiliki bangunan fasilitas penangkaran penyu di Desa Muara Upu, Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
"Alhamdulillah, PT Agincourt Resources sudah membuka hati, bekerja sama, berkolaborasi dengan kita dan masyarakat untuk melesatrikan penyu. Bukan saja penyunya, tapi juga lingkungannya," ucap Erwinsyah dalam sambutannya di acara serah terima pembangunan fasilitas konservasi penyu Desa Muara Upu.
Dia mengaku, atas adanya dua bangunan yang dibantu oleh perusahaan tambang emas itu dapat berkembang dan membuka peluang wisata di kawasan Pantai Barat Tapanuli Selatan.
"Saya berterima kasih kepada PT Agincourt Resources serta manajemen sudah mendukung kami. Semoga dengan adanya bangunan ini, dapat menjadi pembuka jalan maupun peluang wisata untuk ke depannya," katanya.
Manajer Relasi Komunitas PTAR, Masdar Muda dalam sambutannya menyampaikan dukungan PTAR terutama fasilitas bangunan pendukung.
"Ini bagian perhatian perusahaan terhadap kelestarian keanekaragaman hayati yang fokus pada konservasi penyu jenis belimbing. Dan di sini, termasuk juga jenis penyu sisik," ucap Masdar Muda.
Migrasi penyu di Samudra datang kembali ke pantai Muara Upu pada akhir-akhir tahun. PTAR juga berharap dan mendukung Ovata membuat kegiatan pada waktu-waktu di antara akhir tahun itu.
"Pusat penyu bertelur di desember. Kalau dari januari ke desember itu nanti jadi waktu kita bersosialisasi menyatukan visi konservasi bersama masyarakat adat," katanya.
Superintendent Environmental Site Support PTAR, Syaiful Anwar menyebutkan, tidak saja berhenti dalam pembangunan fasilitas penangkaran penyu. Tapi, juga membuka peluang ekonomi.
"Dengan adanya fasilitas ini diharapkan dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan dan pendidikan khususnya bagi konservasi biota laut, khususnya penyu sendiri. Para peneliti bisa berdatangan ke sini, dan juga dari sisi peningkatan eko wisata atau ecotourism," tandasnya.
Usai melaksanakan serah terima bangunan, juga ada pelepas liaran belasan tukik di bibir Pantai Barat Muara Upu.
Ketua Lembaga Ovata Indonesia (LOI) Erwinsyah Siregar diketahui sudah memulai program konservasi penyu di Muara Upu sejak tahun 2013. Buah dari konsisten dalam menjaga serta melindungi hewan langka selama ini disambut baik oleh PT Agincourt Resources.
"Selama beberapa tahun ini, LOI bersama teman-teman pecinta alam dan masyarakat sekitar turut melestarikan penyu dengan penangkaran sederhana. Ternyata, PT AR melirik dan sejalan untuk melestarikan penyu di kawasan ini," ungkapnya.
Dan hari ini, kata dia, sudah memiliki bangunan fasilitas penangkaran penyu di Desa Muara Upu, Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
"Alhamdulillah, PT Agincourt Resources sudah membuka hati, bekerja sama, berkolaborasi dengan kita dan masyarakat untuk melesatrikan penyu. Bukan saja penyunya, tapi juga lingkungannya," ucap Erwinsyah dalam sambutannya di acara serah terima pembangunan fasilitas konservasi penyu Desa Muara Upu.
Dia mengaku, atas adanya dua bangunan yang dibantu oleh perusahaan tambang emas itu dapat berkembang dan membuka peluang wisata di kawasan Pantai Barat Tapanuli Selatan.
"Saya berterima kasih kepada PT Agincourt Resources serta manajemen sudah mendukung kami. Semoga dengan adanya bangunan ini, dapat menjadi pembuka jalan maupun peluang wisata untuk ke depannya," katanya.
Manajer Relasi Komunitas PTAR, Masdar Muda dalam sambutannya menyampaikan dukungan PTAR terutama fasilitas bangunan pendukung.
"Ini bagian perhatian perusahaan terhadap kelestarian keanekaragaman hayati yang fokus pada konservasi penyu jenis belimbing. Dan di sini, termasuk juga jenis penyu sisik," ucap Masdar Muda.
Migrasi penyu di Samudra datang kembali ke pantai Muara Upu pada akhir-akhir tahun. PTAR juga berharap dan mendukung Ovata membuat kegiatan pada waktu-waktu di antara akhir tahun itu.
"Pusat penyu bertelur di desember. Kalau dari januari ke desember itu nanti jadi waktu kita bersosialisasi menyatukan visi konservasi bersama masyarakat adat," katanya.
Superintendent Environmental Site Support PTAR, Syaiful Anwar menyebutkan, tidak saja berhenti dalam pembangunan fasilitas penangkaran penyu. Tapi, juga membuka peluang ekonomi.
"Dengan adanya fasilitas ini diharapkan dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan dan pendidikan khususnya bagi konservasi biota laut, khususnya penyu sendiri. Para peneliti bisa berdatangan ke sini, dan juga dari sisi peningkatan eko wisata atau ecotourism," tandasnya.
Usai melaksanakan serah terima bangunan, juga ada pelepas liaran belasan tukik di bibir Pantai Barat Muara Upu.
Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
PT AR Berdayakan Anak Muda, Batangtoru Bakal Surplus Telur dan Daging
Ibu dan Anak di Batangtoru Hilang Tertimbun Longsor
PT AR Gelar GreatTalk Martabe, Dorong Generasi Muda Untuk Berani Bermimpi
Pastikan Bantuan Huntap Berkelanjutan, Ketum IMM Tapsel–Padangsidimpuan Apresiasi Bupati Gus Irawan
Kadis Pendidikan Tapsel Kini Dipimpin Perempuan. Efrida Yanti Fokuskan Kesetaraan dan Pemerataan Hingga Kepelosok
Efrida Yanthi, 'Kartini' Tapanuli Selatan: "Jaga Swasembada Pangan Sekaligus Mutu Pendidikan"
Komentar