Tim PkM UTND Medan Sosialisasikan Pemanfaatan Asap Cair Berbahan Tempurung Kelapa Untuk Kendalikan Hama Tanaman Hidroponik

Taufik Wal Hidayat - Rabu, 05 November 2025 18:04 WIB
Tim PkM UTND Medan Sosialisasikan Pemanfaatan Asap Cair Berbahan Tempurung Kelapa Untuk Kendalikan Hama Tanaman Hidroponik
analisamedan.com/ist
Tim Dosen PkM dari Universitas Tjut Nyak Dhien (UTND) Medan berhasil melaksanakan program pemberdayaan warga

analisamedan.com - Tim Dosen PkM dari Universitas Tjut Nyak Dhien (UTND) Medan berhasil melaksanakan program pemberdayaan warga melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan asap cair berbahan tempurung kelapa untuk mengendalikan hama tanaman hidroponik di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

Tim dipimpin Ketua Nurmala Sari, S.Si., M.Si., dengan anggota Mariany Razali, S.Si., M.Si. dan Dr. Ockta Octanina Sari Br Sijabat, S.P., M.Agr itu, merupakan program dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kemendiktisaintek 2025.
Kegiatan bertema "Efektivitas Pemanfaatan Asap Cair Hasil Metode Pirolisis dari Tempurung Kelapa sebagai Pestisida Organik dalam Pengendalian Hama pada Tanaman Hidroponik di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan–2025".

Ketua Tim, Nurmala Sari mengatakan tujuan kegiatan yakni meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan hama tanaman secara lebih aman, ramah lingkungan, dan ekonomis. Asap cair dari tempurung kelapa terbukti menyimpan potensi besar karena memiliki senyawa antimikroba dan insektisida alami yang dapat menggantikan pestisida kimia berbahaya.

Melalui pelatihan langsung dan pendampingan teknis, masyarakat diajak memahami proses pembuatan asap cair secara sederhana, teknik aplikasi pada tanaman hidroponik, serta evaluasi efektivitasnya dalam mengurangi serangan hama.

Kualitas

Hasil uji coba yang dilakukan bersama warga menunjukkan bahwa penggunaan asap cair mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman sambil menekan kerusakan akibat hama.

Dia juga menyampaikan bahwa inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian perkotaan, khususnya di wilayah dengan lahan terbatas seperti Medan Marelan.

"Kami ingin memastikan masyarakat memiliki alternatif pengendalian hama yang aman bagi kesehatan dan lingkungan. Tempurung kelapa mudah ditemukan dan bernilai tambah tinggi jika diolah menjadi asap cair," ujar Nurmala.

Salah seorang warga, Fauziah, mengatakan ilmu seperti ini sangat membantu dirinya. "Kalau bisa mengurangi pestisida kimia dan tanaman tetap sehat, tentu kami akan menerapkannya di rumah."

Hal senada juga dikatakan salah seorang petani hidroponik lokal, Putra. Dia mengatakan asap cair ini potensinya besar. Selama ini kami bergantung pada pestisida kimia. Kalau ada yang lebih aman, kenapa tidak?"

Antusiasme

Antusiasme juga tampak dari mahasiswa UTND yang turut terjun langsung dalam kegiatan ini. Fenida dan Debi, mahasiswa peserta PKM, menyampaikan: "Kami senang bisa menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus untuk membantu masyarakat secara nyata. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi kami."

Pelaksanaan program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pertanian hidroponik masyarakat Kelurahan Terjun sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia pertanian, dan mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk inovatif yang bermanfaat. SehIngga mendukung terwujudnya pertanian urban yang sehat dan berkelanjutan di Kota Medan.

Dokumentasi kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi warga yang hadir dan terlibat dalam sesi diskusi serta praktik lapangan bersama tim dosen UTND.

Tim UTND menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan riset dan pendampingan masyarakat dalam teknologi tepat guna untuk kesejahteraan warga.

Editor
: Taufik Wal Hidayat
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru