Gerindra Adopsi Gaya Politik PKS di Pilkada Deliserdang

Oleh : El-Khair
El-Khair - Minggu, 28 Juli 2024 11:47 WIB
Gerindra Adopsi Gaya Politik PKS di Pilkada Deliserdang
dok.analisamedan.com
analisamedan.com -Dalam kurun waktu 2 pekan terakhir, peta situasi politik jelang pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Deliserdang disajikan dengan sejumlah langkah politik dari partai politik (parpol) terkait bakal calon yang akan diusung.

Diawali dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengumumkan bahwa partai politik (parpol) berlambang Banteng Moncong Putih itu merekomendasikan dr Asri Ludin Tambunan menjadi bakal calon bupati dari partai tersebut pada pilkada Deliserdang.

selang beberapa hari setelah itu, PartaI Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) juga melakukan pengumuman serupa terkait bakal calon bupati Deliserdang yang diusung. Partai pemenang pemilU legislatif di Deliserdang ini ternyata juga merekomendasikan nama yang sama yakni, dr Asri Ludin Tambunan sebagai bakal calon bupati Deliserdang.

Namun bedanya, Gerindra mengeluarkan rekomendasi lebih cerdas dari PDIP. Pasalnya rekomendasi yang ditandatangani langsung Ketua Umum Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani mengeluarkan paket pasangan Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang yakni, dr Asri Ludin Tambunan dengan kader Gerindra Lom Lom Suwondo.

Cerdas Melihat Peluang

Strategi politik ini Gerindra cukup cerdas dalam melihat peluang. Rekomendasi paket pasangan ini menjadi bukti Gerindra tetap mengutamakan kadernya dalam perhelatan untuk menutupi kelemahan kaderisasi di tubuh parpol penguasa ini.

Sulit untuk memahami argumentasi Gerindra tidak mengusung kaderny sendiri sebagai bakal calon bupati mengingat, Gerindra partai pemenang pemilu legislatif di Kabupaten Deliserdang 14 Pebruari 2024 lalu. Gerindra juga merupakan partai penguasa dengan tampuk pimpinan sekira Oktober 2024 akan datang dengan dilantiknya Prabowo Subianto sebagai Presiden RI.

Jawaban yang logis, Gerindra Deliserdang saat ini tidak punya kader yang layak secara kualitas untuk diikutsertakan dalam kontestasi selevel pilkada bupati dan wakil bupati sehingga tidak 'pede' mengajukan kaderny sendiri untuk maju meski pemilu legislatif kemarin meraih perolehan 7 kursi. Namun sepertinya, personel kader yang maju hanya pede secara individu di level daerah pemilihan tidak untuk kabupaten.

Karena itu, kecerdasan Gerindra dalam menutupi kelemahan sistem kaderisasi selama ini yang belum menghasilkan kader berkualitas untuk maju pada kontestasi pilkada Deliserdang namun tetap mengambil momentum kadernya bisa maju meski sebagai bakal calon wakil bupati.

Editor
: El-Khair
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru