Pilkada Deliserdang Berpotensi Diikuti 3 Pasangan Calon
El-Khair - Selasa, 23 Juli 2024 01:49 WIB
dok.analisamedan.com
Ketua KWPDS Sawaluddin Lubis
analisamedan.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Deliserdang 27 Nopember 2024 mendatang berpotensi diikuti 3 pasangan calon bupati dan wakil bupati. Potensi ini menjadi pertanda positif dan baik bagi demokrasi dan rakyat Deliserdang yang bisa mencari sosok pemimpin mereka dengan beberapa pilihan.
Hal itu dikatakan Ketua Komunitas Warga Pencinta Deliserdang (KWPDS) Sawaluddin Lubis kepada analisamedan.com, Senin (22/7) menyikapi perkembangan situasi politik jelang pilkada Deliserdang.
Menurutnya, semakin banyak pasangan calon yang maju, menunjukkan kualitas demokrasi di Deliserdang membaik dengan terpenuhinya pesta demokrasi untuk rakyat. Pilkada sering sekali disebut-sebut sebagai 'pesta' untuk rakyat. Namun bila calon yang disuguhkan terbatas hanya 2 pasangan apa lagi melawan kotak kosong, sama artinya menipu rakyat.
"Pilkada ini pesta milik rakyat. Kalau pesta ini milik rakyat, partai politik berkewajiban untuk menyenangkan rakyat dan bukan membatasi pilihan rakyat," tegas Sawaluddin.
Potensi bakal diikuti 3 pasangan calon dilihat dari 4 partai politik di Kabupaten Deliserdang yang masing-masing memiliki 7 kursi yakni, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindara), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golongan Karya (Golkar) dan Nasional Demokrat (NasDem).
4 parpol tersebut diyakini akan menjaga 'gengsi' sebagai partai pemilik kursi yang hanya butuh 3 kursi lagi bisa memajukan calonnya sesuai peraturan di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Keempat parpol tersebut kini sedang melakukan kajian membaca peta kemungkinan.
"Kalau kita lihat, 4 parpol ini kan masing-masing punya 7 kursi. Hanya butuh 3 kursi lagi, mereka bisa memajukan calonnya. Jadi, ini semacam perang gengsi," paparnya.
Sawaluddin memprediksi, PDIP Deliserdang bakal mengusung calon dan berkoalisi dengan sejumlah partai kecil yang bisa memenuhi syarat 10 kursi. Secara psikologis, PDIP diyakini hampir tidak mungkin berkoalisi dengan partai penguasa seperti Gerindra dan Golkar efek dari pilpres kemarin.
Selain sikap PDIP di pusat yang diprediksi akan mengambil poros oposisi dan terlihat satu komando sampai ke tingkat bawah, termasuk perhelatan pilkada baik provinsi maupun kabupaten/kota, PDIP ingin menunjukkan 'tanduknya' masih kuat dan berfungsi.
"PDIP saat ini sedang terlihat marah, dalam tanda kutip, ekses dari pilpres kemarin. Karena itu, PDIP akan memperlihatkan tanduknya masih bisa membahayakan," urai Sawaluddin.
NasDem 'Dijagokan'
Begitu juga dengan partai NasDem yang memiliki kursi sama. NasDem juga diprediksi tidak mungkin tidak memajukan calonnya. Apa lagi saat ini NasDem memiliki elektabilitas tinggi yang memiliki kader berpengalaman lewat sosoknya Yusuf Siregar.
Yusuf Siregar yang merupakan Wakil Bupati dan Bupati Deliserdang periode 2019-2024, saat ini sangat 'dijagokan' dan unggul serta diyakini bakal menang pada pilkada. Popularitasnya sangat diakui dan terbukti lewat hasil sejumlah survei mundudukkannya sebagai sosok teratas dari sejumlah tokoh yang ikut disurvei.
"Jadi, sangat mustahil NsDem tidak memajukan calonnya. Kursinya juga 7 dan dengan 3 kursi lainnya, sudah cukup," paparnya.
Apa lagi beberapa partai pemilik kursi minim di DPRD, sudah menyatakan dukungan dan siap berkoalisi dengan NasDem bila sosok Yusuf Siregar dicalonkan yang juga Ketua Nasdem Deliserdang.
Adapun potensi pasangan lainnya yang akan muncul bersal dari Golkar dan Gerindra. Keduanya juga memiliki 7 kursi dan berpotensi pula masing-masing memajukan calonnya dengan syarat serupa harus berkoalisi mendapat tambahan 3 kursi lagi.
"Kalau ini terjadi, bakal semakin seru. Peluang pasangan calon yang maju justru bisa jadi 4 pasang. Apakah mungkin ? Mungkin saja," paparnya.
Namun Sawaluddin memprediksi kedua parpol ini (Gerindra dan Golkar) akan berkoalisi pada pilkada Deliserdang. Indikasi ini sangat politis karena akan ada irisan pilkada setingkat di atasnya yakni, Pemilihan Gubernus Sumater Utara (pilgubsu).
Hal itu dikatakan Ketua Komunitas Warga Pencinta Deliserdang (KWPDS) Sawaluddin Lubis kepada analisamedan.com, Senin (22/7) menyikapi perkembangan situasi politik jelang pilkada Deliserdang.
Menurutnya, semakin banyak pasangan calon yang maju, menunjukkan kualitas demokrasi di Deliserdang membaik dengan terpenuhinya pesta demokrasi untuk rakyat. Pilkada sering sekali disebut-sebut sebagai 'pesta' untuk rakyat. Namun bila calon yang disuguhkan terbatas hanya 2 pasangan apa lagi melawan kotak kosong, sama artinya menipu rakyat.
"Pilkada ini pesta milik rakyat. Kalau pesta ini milik rakyat, partai politik berkewajiban untuk menyenangkan rakyat dan bukan membatasi pilihan rakyat," tegas Sawaluddin.
Potensi bakal diikuti 3 pasangan calon dilihat dari 4 partai politik di Kabupaten Deliserdang yang masing-masing memiliki 7 kursi yakni, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindara), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golongan Karya (Golkar) dan Nasional Demokrat (NasDem).
4 parpol tersebut diyakini akan menjaga 'gengsi' sebagai partai pemilik kursi yang hanya butuh 3 kursi lagi bisa memajukan calonnya sesuai peraturan di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Keempat parpol tersebut kini sedang melakukan kajian membaca peta kemungkinan.
"Kalau kita lihat, 4 parpol ini kan masing-masing punya 7 kursi. Hanya butuh 3 kursi lagi, mereka bisa memajukan calonnya. Jadi, ini semacam perang gengsi," paparnya.
Sawaluddin memprediksi, PDIP Deliserdang bakal mengusung calon dan berkoalisi dengan sejumlah partai kecil yang bisa memenuhi syarat 10 kursi. Secara psikologis, PDIP diyakini hampir tidak mungkin berkoalisi dengan partai penguasa seperti Gerindra dan Golkar efek dari pilpres kemarin.
Selain sikap PDIP di pusat yang diprediksi akan mengambil poros oposisi dan terlihat satu komando sampai ke tingkat bawah, termasuk perhelatan pilkada baik provinsi maupun kabupaten/kota, PDIP ingin menunjukkan 'tanduknya' masih kuat dan berfungsi.
"PDIP saat ini sedang terlihat marah, dalam tanda kutip, ekses dari pilpres kemarin. Karena itu, PDIP akan memperlihatkan tanduknya masih bisa membahayakan," urai Sawaluddin.
NasDem 'Dijagokan'
Begitu juga dengan partai NasDem yang memiliki kursi sama. NasDem juga diprediksi tidak mungkin tidak memajukan calonnya. Apa lagi saat ini NasDem memiliki elektabilitas tinggi yang memiliki kader berpengalaman lewat sosoknya Yusuf Siregar.
Yusuf Siregar yang merupakan Wakil Bupati dan Bupati Deliserdang periode 2019-2024, saat ini sangat 'dijagokan' dan unggul serta diyakini bakal menang pada pilkada. Popularitasnya sangat diakui dan terbukti lewat hasil sejumlah survei mundudukkannya sebagai sosok teratas dari sejumlah tokoh yang ikut disurvei.
"Jadi, sangat mustahil NsDem tidak memajukan calonnya. Kursinya juga 7 dan dengan 3 kursi lainnya, sudah cukup," paparnya.
Apa lagi beberapa partai pemilik kursi minim di DPRD, sudah menyatakan dukungan dan siap berkoalisi dengan NasDem bila sosok Yusuf Siregar dicalonkan yang juga Ketua Nasdem Deliserdang.
Adapun potensi pasangan lainnya yang akan muncul bersal dari Golkar dan Gerindra. Keduanya juga memiliki 7 kursi dan berpotensi pula masing-masing memajukan calonnya dengan syarat serupa harus berkoalisi mendapat tambahan 3 kursi lagi.
"Kalau ini terjadi, bakal semakin seru. Peluang pasangan calon yang maju justru bisa jadi 4 pasang. Apakah mungkin ? Mungkin saja," paparnya.
Namun Sawaluddin memprediksi kedua parpol ini (Gerindra dan Golkar) akan berkoalisi pada pilkada Deliserdang. Indikasi ini sangat politis karena akan ada irisan pilkada setingkat di atasnya yakni, Pemilihan Gubernus Sumater Utara (pilgubsu).
Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
‘Menggugat’ Pilkada Kabupaten Deliserdang
Pilkada ‘Amburadul’, Komisioner KPU dan Bawaslu Deliserdang Dilaporkan ke DKPP
Paslon Yusuf-Bayu Gugat Hasil Pilkada Deliserdang ke Mahkamah Konstitusi
Pilkada Deliserdang Berpotensi Diulang, KPU Dinilai ‘Pembangkang’ Hukum Konstitusi
Ustaz Abdul Somad Ajak Masyarakat Deliserdang Coblos Pasangan Yusuf-Bayu, Puluhan Ribu Masyarakat ‘Banjiri’ Tabligh Akbar
Kaum Ibu Istiqomah Dukung Pasangan Yusuf-Bayu
Komentar