Nasib Irsan Hidup di Gubuk Reot Bersama Anaknya, Dikunjungi Kapolsek Barumun Tengah
analisamedan.com - Beginilah nasib Irsan Tanjung(28) hidup di gubuk reyot berdinding tepas bambu bersama dua orang anaknya yang masih usia belia.
Selain tinggal di rumah ukuran kecil ini, Irsan Tanjung ternyata hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Bahkan dirinya bersama dua orang anaknya ditinggal pergi oleh istri yang meninggal dunia sekitar dua tahun lalu.
Diketahui Irsan, tinggal menetap disebuah rumah gubuk berdinding tepas bambu bersama satu orang anaknya, Arsad Algipari(3)belum sekolah, hidup serba pas-pasan karena tekanan ekonomi yang tidak memadai.
Sementara anak pertama,seorang perempuan bernama, Elsa Putri Salsabila(7) yang saat ini duduk dibangku kelas 1 SD dititip di Panti Asuhan penampungan anak keluarga tidak mampu di Panti Asuhan Ujung Padang Kota Padangsidimpuan.
Irsan Tanjung bersama anaknya Arsad Algipari,saat ini tinggal menetap di Desa Aek Siala,Kecamatan Barumum Barat, Kabupaten Padanglawas (Palas).
Di gubuk yang reyot itu, Irsan tinggal bersama anaknya lelakinya yang masih berusia 3 tahun.
Sudah sekitar tahunan, Irsan menempati rumah gubuk berdinding tepas bambu yang kondisi cukup memprihatinkan.
Irsan mengaku tidak mampu membangun rumah yang layak untuk dihuni bersama anaknya.
Terlebih kehidupan yang dilalui anak lelaki tidak seperti umumnya anak -anak seusianya, seolah -olah terasing dari anak lainnya karen faktor tidak mampuan orangtuanya.
Mendapat informasi ada warga yang kurang mampu dipelosok desa dan tinggal digubuk direyot, Kapolsek Barumun Tengah,Iptu Elimawan Sitorus,SH,MH bersama Kanit Reskrim, Iptu A.Bani S.SH,MH serta Kapos Lantas Polsek Barumun Tengah, Aiptu Manotar Sidabutar,langsung melakukan kunjungan kerumah Irsan sebagai bentuk keprihatinan serta kepedulian dengan sesama melalui program Jumat Curhat.
Dikunjungan peduli kemanusian itu, Kapolsek Barumun Tengah, memberikan bantuan paket sembako berupa beras 5 Kg,
Indomie,Gula, Telor,Susu kaleng,Minyak goreng dan bubuk teh yang diserahkan kepada Irsan Tanjung.
"Hadirnya Polri di tengah masyarakat, dapat meningkat sinergitas dan silaturrahmi serta menampung keluhan dan membantu warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial dengan sesama," kata Iptu E.Sitorus,Jumat(23/8/2024).
Di hadapan Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Barumun Tengah, Irsan Tanjung terlihat pasrah dengan keadaannya. Dia tak tahu nasibnya ke depan, terlebih untuk masa depan kedua anaknya.
"Saya sebenarnya banyak keresahan dengan kondisi hidup yang serba kekurangan ini.Namun apa hendak dikata,mungkin inilah ujian bagi diri saya, semoga anak -anak ku tidak tetap tabah, kesusahan ini menjadikan hatinkita rapuh,"kata Irsan dengan mata berkaca-kaca.
Irsan juga menyampaikan, beginilah kondisi kami pak Kapolsek,jika ada dinding tepas bambu yang lapuk harus dibetuli agar tidak semakin rusak.Hanya inilah rumah yang menjadi tempat bernaung kami.
"Aktivitas saya,hanya seorang buruh serabutan, enggak bisa memberikan lebih kepada kedua anak saya yang masih kecil.Saya sudah pasrah dan ikhlas," tuturnya.
Saya kerja serabutan untuk kebutuhan hidup sehari -hari, terjadang saya sempat stres memikirkan nasib seperti saya ini," ucap Irsan.
Ia mengaku, saat musim hujan harus tidur berdempetan bersama anaknya karena atap rumah ada yang bocor dan dinding gubuk ada yang renggang.
Terlebih di malam hari, ia merasakan kesedihan karena hanya dengan ada penerangan lampu teplok bersama anaknya di rumah gubuk berdinding tepas tersebut.
"Di samping sebagaian dinding tepas bambu, sudah ada yang rusak,hanya bisa dibetulin sedikit agar tidak masuk hujan kalau musim penghujan," tutup mengakhiri nasibnya yang serba kekurangan. (Ibnu).
2 Anak Hanyut di Sungai Barumun Palas, Basarnas Lakukan Pencarian
PMI Palas Gelar Musyawarah Kerja dan Orientasi Kepalang Merahan
Adi Siregar Ditunjuk Plt Kepala BPBD Palas
Heboh, Beruang Madu Berkeliaran di Pemukiman Pasar Sibuhuan Palas
Bupati Kukuhkan 62 Paskibra Tingkat Kabupaten Palas