Perang Narkoba Di Medan, Bandar dan Penggiat Anti Narkoba Targetkan Generasi Muda
Artinya masih ada yang belum memadai dalam hal ini mengapa peredaran Narkoba tidak mampu ditekan dengan semakin kuatnya kelembagaan yang khusus menanggulangi task pos Narkoba ini. Secara teori advokasi, kita sudah punya Conten of Law yang baik, sudah punya Struktur of Law yang sudah lengkap, akan tetapi kita belum terbangun Cultur Of Law atau Nilai-nilai budaya ditengah masyarakat yang mau dengan reaktif dan destruktif melawan Narkoba ini.
" Iya [masyarakat] mereka benci dan memusuhi narkoba,mereka tak mau lingkungannya ada beredar narkoba, akan tetapi mereka belum punya keberanian, pengetahun dan kekuatan untuk melakukan tindakan destruktif dan reaktif untuk melawannya. Destruktif disini diartikan, masayarakat berani melakukan langkah perlawanan dengan melakukan Pencegahan, perlindungan dengan mengadukan indikasi praktek peredaran Narkoba di lingkungannya " tegas Arif yang juga beprofesi sebagai Advokat.
Dalam perang dengan narkoba ini katanya, masyarakat sampai ditinggkat terendah yakni keluarga, harus dikuatkan/diajarkan untuk bisa melakukan tindakan "destruktif" ini dengan melawan, membangun naluri untuk menghancurkan secara positif dan tidak malah melanggar hukum. Artinya , destruktif secara positif, dimana ada sikap yang akan menghancurkan setiap ada indikasi terjadinya penyebaran narkoba dilingkungannya.
Markas Narkoba di Mencirim Digerebek, Bandar Diamankan
GSN Polsek Medan Kota, Pengedar Sabu di Gang Nasional Ditangkap
Kejar-kejaran di Besitang, Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24 Kg Sabu ke Palembang
Enam Barak Narkoba di Sunggal Dibakar, Polisi Amankan Pengguna Sabu
Fraksi PKS DPRD Medan Apresiasi Kapoldasu Grebek Sarang Narkoba dan Berantas Begal