Farid Wajdi Soroti Blackout Sumatera: Negara Jangan Sibuk Pencitraan, Tapi Perkuat Ketahanan Energi
Gustan Pasaribu - Minggu, 24 Mei 2026 16:00 WIB
dokumenanalisamedan.com
Mantan Anggota Komisi Yudisial Republik Indonesia periode 2015–2020, Farid Wajdi,
Sebelumnya, PT PLN (Persero) menjelaskan blackout terjadi akibat gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai yang dipicu cuaca buruk. Namun menurut Farid, penjelasan teknis semata belum cukup menjawab keresahan publik.
Mengapa satu gangguan transmisi mampu melumpuhkan wilayah yang sangat luas dan memicu efek domino pada sistem kelistrikan Sumatera.
"Publik berhak bertanya mengapa sistem kelistrikan nasional masih rentan terhadap gangguan besar. Negara sebesar Indonesia seharusnya memiliki sistem cadangan dan mitigasi krisis yang lebih kuat," katanya.
Farid mengatakan , listrik saat ini bukan lagi sekadar layanan publik, melainkan fondasi utama peradaban modern. Ketika listrik padam, maka aktivitas ekonomi, sistem pembayaran digital, komunikasi, hingga stabilitas sosial ikut terganggu. Hal ini berkaitan dengan paradoks pembangunan nasional yang dinilai terlalu fokus pada simbol kemajuan, namun belum serius memperkuat infrastruktur dasar pendukung kemajuan tersebut.
Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
blackout listrik sumateraenergi indonesiakomisi yudisial republik indonesiaPepemadaman listrik massal
Berita Terkait
Satresnarkoba Polrestabes Medan Bongkar Peredaran Ganja, Dua Mahasiswa Ditangkap dengan Barang Bukti 260 Gram
Satresnarkoba Polrestabes Medan Amankan Dua Terduga Pelaku Narkotika
Satresnarkoba Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 128 Vape Diduga Berisi Narkotika, Satu Orang Ditangkap
Volume Penumpang Kereta Api di Deli Serdang Melonjak, Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
Pelindo Regional 1 Tingkatkan Kesadaran K3 Melalui Pelatihan Safety Awareness bagi Pekerja
DPRD Medan Minta Pemko Serius Tangani Banjir di Jalan Letda Sujono
Komentar