Kapal NasDem Deliserdang ‘Terombang-ambing’ di Tepi Dermaga Restorasi

Oleh : El-Khair
El-Khair - Minggu, 07 Juli 2024 03:26 WIB
Kapal NasDem Deliserdang ‘Terombang-ambing’ di Tepi Dermaga Restorasi
ilustras.dok,analisamedan,com


Kalau kapal masih di tepi dermaga saja sudah terombang-ambing, itu artinya mesin kapal sedang rusak. Kalau mesin kapal rusak, sudah pasti tidak akan bisa berlabuh ke tengah lautan yang ombaknya besar dan tinggi.

Lagi-lagi muncul dugaan, tapi ini bukan prasangka buruk, jangan-jangan jangkar kapal NasDem Deliserdang masih kokoh terbenam dan dibenamkan dengan sengaja para politisi elit yang punya kepentingan untuk membeli kapal tersebut untuk berlayar ?

Atau sengaja agar kapal mewah dibiarkan korosi agar rusak dan tidak berfungsi sama sekali menjadi bangkai ? Mungkin juga sengaja diperlambat agar proses berlayarnya sampai ke tujuan kalah diawal ?

Dermaga Restorasi

Politik itu dinamis. Perkembangan politik selalu berubah dalam sedetik. Politik itu adalah seni melihat situasi. Tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Sekali pun harus 'berkhianat' merupakan hal yang wajar dalam politik. Kawan bisa menjadi lawan. Sebaliknya, lawan pun bisa menjadi kawan.

Kalimat-kalimat di atas lahir dari pikiran para politisi dan sering menjadi khazanah sebagai legalitas untuk pembenaran dalam setiap tindakan dan keputusan para politisi. Narasi-narasi tersebut memang menjadi tameng politisi guna meredam situasi dan gesekan demi aman dan nyamannya 'syahwat' politik mereka.

Dalam konteks pilkada Deliserdang ada sisi yang jadi pertanyaan mendasar terhadap nasDem yang sampai saat ini belum juga mengumumkan calonnya. Nasdem dikenal sebagai partai tanpa mahar bagi calon yang didukung. Meski masalah mahar masih menjadi pertanyaan.

Apa iya NasDem tidak pakai mahar untuk mendapatkan kapalnya ? Untuk menghilangkan 'buruk sangka', penulis menjawab sendiri pertanyaan ini "May be Yes, may be not" Artinya, penulis masih ragu.

NasDem adalah partai dengan tradisi positif selalu lebih awal memberikan dukungan terhadap setiap bakal calonnya dalam setiap pilkada termasuk pada pemilihan presiden (pilpres) kemarin. Seperti slogan yang agak senada dengan salah satu produsen sepeda motor, "Nasdem Selalu di Depan" setiap kali mengusung calonnya.

Tapi dalam konteks pilkada Deliserdang, tradisi itu tidak kelihatan. Sampai saat ini Nasdem belum menetapkan calon yang didukungnya meski pendaftaran baru dibuka 27-29 Agustus 2024 mendatang. Padahal, NasDem tidak pernah belakangan dalam hal ini dan tradisi ii menjadi tren penilaian positif bagi rakyat.

Berbanding terbalik dengan kota Medan. Nasdem sudah menetapkan calonnya dari kader sendiri. Kota Medan memang menjadi barometer pertarungan politik sebagai ibu kota Sumatera Utara. Tapi Deliserdang juga menjadi daerah penentu utama yang tidak kalah strategisnya sebagai barometer politik bagi semua partai.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru