Distorsi Politik dan Ekonomi Dalam Sengkarut Pembangunan Nasional

Penulis : Fatah Baginda Gorby Siregar, Staf Ahli DPRD Sumatera Utara, Akademisi, mantan Jurnalis.
Gustan Pasaribu - Rabu, 19 Juni 2024 11:53 WIB
Distorsi Politik dan Ekonomi Dalam Sengkarut Pembangunan Nasional
dok.analisamedan.com
Penulis : Fatah Baginda Gorby Siregar, Staf Ahli DPRD Sumatera Utara, Akademisi, mantan jurnalis.

Berdasarkan catatan Kompas, jumlah anggaran Bansos yang tercatat dalam APBN 2024, sebanyak Rp. 496 Trilyun. Naik sebanyak 12 persen lebih dari tahun 2023 serta tak berbeda jauh dari awal mula covid di 2020 sebesar Rp. 498 Trilyun.

Tantangan menjadi kompleks, meningkatnya rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) karena melemahnya nilai tukar Rupiah, pada Juni 2024, Rupiah menembus angka Rp 16.400 per Dollar Amerika. Ini diperparah dengan mandeknya pengentasan angka kemiskinan yang meningkat dan tingginya pengangguran karena kurangnya kesempatan kerja terutama bagi generasi fresh graduate. Belum lagi beban pemerintah dalam meningkatnya angka impor.

Impor Indonesia pada April 2024 tercatat naik sebesar 4,62 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi USD16,06 miliar berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS). Pemerintah juga diharuskan membayar bunga utang luar negeri pada tahun berjalan sebesar hampir 15 persen dari total APBN 2024.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru