Distorsi Politik dan Ekonomi Dalam Sengkarut Pembangunan Nasional
Berdasarkan catatan Kompas, jumlah
anggaran Bansos yang tercatat dalam APBN 2024, sebanyak Rp. 496 Trilyun. Naik
sebanyak 12 persen lebih dari tahun 2023 serta tak berbeda jauh dari awal mula
covid di 2020 sebesar Rp. 498 Trilyun.
Tantangan menjadi kompleks,
meningkatnya rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)
karena melemahnya nilai tukar Rupiah, pada Juni 2024, Rupiah menembus angka Rp
16.400 per Dollar Amerika. Ini diperparah dengan mandeknya pengentasan angka
kemiskinan yang meningkat dan tingginya pengangguran karena kurangnya
kesempatan kerja terutama bagi generasi fresh graduate. Belum lagi beban
pemerintah dalam meningkatnya angka impor.
Impor Indonesia pada April 2024 tercatat naik sebesar 4,62 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi USD16,06 miliar berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS). Pemerintah juga diharuskan membayar bunga utang luar negeri pada tahun berjalan sebesar hampir 15 persen dari total APBN 2024.
UMA dan Pemko Binjai Teken Kemitraan Strategis, Dorong Transformasi SDM hingga Hilirisasi Inovasi untuk Kota Maju
Hukum Ekonomi dan Keuangan Islam: Kritik Ketimpangan dan Arah Baru Peradaban Ekonomi
Guru Besar UIN Sumut Hasrat Efendi Samosir: Partai Politik Harus Adaptif di Era Digital
Dari “Profesor Berita” ke Guru Besar: Jalan Sunyi Anang Anas Azhar Mengembalikan Etika Politik
Menjadi Jantung Ekonomi Asahan, Stasiun Kisaran Layani 54.866 Penumpang pada Maret 2026