Distorsi Politik dan Ekonomi Dalam Sengkarut Pembangunan Nasional

Penulis : Fatah Baginda Gorby Siregar, Staf Ahli DPRD Sumatera Utara, Akademisi, mantan Jurnalis.
Gustan Pasaribu - Rabu, 19 Juni 2024 11:53 WIB
Distorsi Politik dan Ekonomi Dalam Sengkarut Pembangunan Nasional
dok.analisamedan.com
Penulis : Fatah Baginda Gorby Siregar, Staf Ahli DPRD Sumatera Utara, Akademisi, mantan jurnalis.

Pemerintah tidak berhasil melakukan integrasi digital di sektor industri, manufaktur, jasa hingga pertanian. Akibatnya, penawaran tenaga kerja mengalami polarisasi. Rendahnya permintaan pada pekerjaan formal yang bersifat rutin dan mekanis, berbanding terbalik dengan tingginya angka permintaan keterampilan rendah dan keterampilan tinggi di sisi lainnya. Wacana Indonesia Emas di tahun 2045, dengan adanya 'bonus demografi' menjadi sebuah ancaman nyata.

Hal ini kemudian diperparah dengan adanya tambahan beban bagi pekerja yang berada di kelas menengah, yaitu iuran wajib, Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang disahkan pemerintah pada Maret 2024 lalu. Ditengah tingginya biaya hidup pekerja pada kelas menengah baik sektor formal dan informal diwajibkan menyisihkan hampir 3% dari total pemasukan per bulan untuk Tapera.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru