Distorsi Politik dan Ekonomi Dalam Sengkarut Pembangunan Nasional
Sementara itu, posisi utang luar
negeri pemerintah pada Februari 2024 tercatat sebesar USD194,8 miliar atau
Rp3.170 triliun, tumbuh 1,3 persen yoy atau meningkat dibandingkan dengan
pertumbuhan 0,1 persen yoy pada bulan sebelumnya. Bank Indonesia merilis
penarikan pinjaman luar negeri, khususnya pinjaman multilateral digunakan dalam
mendukung pembiayaan beberapa program dan proyek pemerintah baik jaminan
sosial, pendidikan dan kesehatan.
Ironisnya, bila dugaan politisasi
bansos terjadi maka pencapaian politik untuk periode lima tahun, dibayar dalam
kurun waktu hampir sepuluh tahun ke depan. Terbukti, pengeluaran untuk
pendidikan dan kesehatan belum bisa memenuhi kebutuhan rakyat karena timpangnya
kondisi sosial. Sri Tua arief dalam teori dan kebijakan pembangunan (1998)
mengatakan, teori ekonomi pembangunan, harus berdasarkan Nasionalisme.
Kita tidak boleh terjebak dalam pengertian globalisasi di komunikasi dan ekonomi. Tidak ada satupun bentuk hubungan internasional tanpa penyedotan surplus ekonomi. Di dalam negeri tak kalah mengerikan, berdasarkan data BPS sebanyak 10 juta penduduk pada generasi Z (rentang umur 15-24 tahun) dalam kondisi tidak bekerja. Rendahnya permintaan tenaga kerja dan menurunnya sektor-sektor formal penyedia lapangan kerja disinyalir menyebabkan hal tersebut.
UMA dan Pemko Binjai Teken Kemitraan Strategis, Dorong Transformasi SDM hingga Hilirisasi Inovasi untuk Kota Maju
Hukum Ekonomi dan Keuangan Islam: Kritik Ketimpangan dan Arah Baru Peradaban Ekonomi
Guru Besar UIN Sumut Hasrat Efendi Samosir: Partai Politik Harus Adaptif di Era Digital
Dari “Profesor Berita” ke Guru Besar: Jalan Sunyi Anang Anas Azhar Mengembalikan Etika Politik
Menjadi Jantung Ekonomi Asahan, Stasiun Kisaran Layani 54.866 Penumpang pada Maret 2026